BANDARA
Jl. Kayu Putih Timur Kav. 135
Jakar ta Timur.
Rawa Mangun, DKI Jakarta 13260
Indonesia
ph: +62-21-97924766 (hunting)
fax: +62-21-47861673
alt: +62816100344
redaksi
UNI EROPA BERENCANA CABUT LARANGAN TERBANG EMPAT MASKAPAI
Oleh : Untung Sutomo
Jakarta, BANDARA ; Uni Eropa secara resmi berencana akan mencabut larangan terbang empat maskapai penerbangan Indonesia, yakni Garuda, Mandala, Prime Air, dan Airfast dalam dua pekan ke depan awal Juli 2009 .
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Dephub, Herry Bhakti S Gumay, dalam jumpa persnya Minggu (5/7) mengatakan Uni Eropa baru menyetujui pencabutan larangan terbang bagi empat maskapai itu, sedangkan maskapai lain masih menunggu proses pembahasan pada September 2009 mendatang.
“Kami sudah komunikasikan dengan Uni Eropa dan September nanti mereka akan undang kami untuk kembali ke Brussel membahas maskapai penerbangan lainnya,” ujar Herry Bhakti.
Ia juga menjelaskan, mengenai maskapai lain pihaknya juga akan membicarakannya terlebih dahulu dnegan Komisi Keselamatan Penerbangan (Air Safety Committee), tapi tidak dengan pola fast track, seperti yang diberlakukan bagi empat maskapai itu.
Menurut Herry Bhakti, untuk pembahasan maskapai lainnya akan ditekankan kepada pembentukan tingkat kepercayaan dari negara lain, yakni setelah mengangkat confidence-nya, maka setelah itu semua maskapai lain akan punya argumen untuk mempertahankan diri.
Pembahasan pada September itu, Herry mengakui juga akan berlaku untuk semua maskapai yang belum mendapat rekomendasi dari Uni Eropa., dan kemungkinan hasil pembicaraan serta pembahasannya akan dievaluasi terlebih dahulu selama tiga bulanan.
Berkaitan dengan hal ini pula, Herry menambahkan dalam waktu dekat, pemerintah Indonesia dengan Uni Eropa akan mengadakan Forum Komunikasi Kerja Sama yang difasilitasi Departemen Luar Negeri pada 13 sampai 14 Juli 2009 di Yogyakarta.
Dalam forum itu akan dibicarakan, perjanjian angkutan udara (air agreement) yang mengarah pada bilateral atau horizontal agreement dan kerja sama peningkatan keamanan serta keselamatan penerbangan.(tm)
TIM SAR TEMUKAN LOKASI AVIASTAR, SELURUH KORBAN TEWAS
Jakarta, BANDARA : Tim pencari dan penyelamat dari Kantor Badan SAR Jayapura berhasil tiba dilokasi jatuhnya pesawat Aviastar PK-BRO di lembah Baliem, Pegunungan Yahukimo, Distrik Tangma Selatan, Papua, Kamis (2/7) pagi waktu setempat. seluruh awak pesawat yang berjumlah tiga orang ditemukan tewas.
Menteri Perhubungan Jusman Syafii Jamal, yang ditemui di Jakarta, Kamis (2/7) mengatakan, laporan sementara yang ia terima tim yang terdiri dari empat orang anggota SAR menemukan ketiga korban yang merupakan awak pesawat dalam keadaan meninggal dunia. Ketiga korban masing-masing adalah Pilot Kapten Frans Nobel, Kopilot Dedi S dan teknisi Ahmad Chaeroni.
laporan sementara itu juga menyebutkan ketiga jasad korban dalam kondisi sulit untuk dikenali . Mereka ditemukan tim pencari tak jauh dari lokasi hancurnya pesawat, yaitu di salah satu tebing pegunungan Jayawijaya yang berketinggian 9600 kaki (sekitar 3200 meter) di atas permukaan laut.
menurut Jusman, untuk mencapai lokasi jatuhnya pesawat, tim pencari harus berjalan kaki menembus medan yang cukup berat selama 3-4 jam. Karena pesawat helikopter yang membawa mereka hanya bisa terbang hingga mencapai ketinggian 6900 kaki.
Waktu yang dibutuhkan tim untuk berjalan kaki dari titik pertemuan helikopter hingga ke lokasi jatuhnya pesawat Aviastar mencapai antara 3-4 jam. Tim yang dibantu sejumlah warga memulai evakuasi untuk menurunkan ketiga jenazah ke lokasi penjemputan.(tm)
Oleh : Untung sutomo
Jakarta, 21/7/2009 (Kominfo-Newsroom) – Terjadinya ledakan bom di Hotel JW Marriot dan Rizt Carlton, 17 Juli 2009 lalu berdampak pula pada dunia penerbangan, PT Garuda Indonesia menyatakan pembatalan tiket penerbangan untuk wisatawan asing tujuan Jakarta diperkirakan mencapai lima persen, setelah kejadian itu.
Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar, di Kantor Kementrian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jakarta, Selasa (21/7) mengatakan dirinya baru memperoleh laporan untuk tujuan Jakarta, sedangkan tujuan kota lain belum ada laporan yang masuk.
“Hanya terjadi untuk wisatawan asing tujuan Jakarta, kota lain seperti bali dan Yogyakarta, laporan pembatalan belum ada sampai sekarang, ya ini memang kemungkinan sedikit dampak dari terror bom mega kuningan itu,” ujar Emirsyah Satar.
Pada Jum’at (17/7) dua bom bunuh diri meledak secara berturut-turut di kawasan Mega Kuningan. Pertama meledak di Hotel JW Marriot pada pukul 07.45 Wib, dan kedua di Rizt Carlton pukul 07.49 Wib. Kedua ledakan ini menyebabkan 9 orang tewas dan 50 orang lebih luka-luka.
Setelah sejak ledakan bom terakhir di JW Marriot pada 2003 silam, Indonesia sebenarnya sudah mulai kondusif sehingga wisatawan asing juga sudah normal berkunjung ke Indonesia, namun setelah ledakan 17 Juli lalu sejumlah pihak mengkhawatirkan, keadaan Indonesia akan kembali saat maraknya terror bom sekitar tahun 2002 hingga 2005.(tm)
Oleh : Untung Sutomo
JAKARTA, Bandara : PT Garuda Indonesia terlihat makin mantap untuk menjadi perusahaan publik, setelah memastikan rencana penawaran umum perdana saham (IPO) perseroan bakal dilaksanakan pada 2010.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar, di kantor Kemnetrian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jakarta, Selasa (21/7) mengatakan penawaran IPO itu akan dilakukan sementara di dalam negeri terlebih dahulu, meski tidak menutup kemungkinan bisa melakukan dual listing di bursa efek luar negeri.
“Sementara IPO pada tahun depan dalam negeri dulu, kalau dual listing kami belum bisa memastikannya, tapi kami juga akan melihat peluang itu selama bisa menguntungkan perusahaan,” ujar Emirsyah Satar.
Ia menjelaskan, manajemen Garuda Indonesia sebelumnya telah menetapkan batas waktu penunjukan penjamin emisi IPO pada semester II-2009. Langkah tersebut diharapkan bisa memuluskan rencana perseroan menjadi perusahaan publik pada awal 2010.
Emirsyah mengaku guna memuluskan rencana IPO tersebut, Garuda juga terus mempercantik kinerja perusahaan di antaranya dengan menambah armada pesawat terbang serta melunasi atau merestrukturisasi utang-utang ke sejumlah kreditor.
Hasilnya, sepanjang 2008, Garuda menunjukan kinerja keuangan cukup optimal ditandai dengan perolehan laba bersih yang melonjak hingga 1.000 persen dari Rp60 miliar pada 2007 menjadi Rp699 miliar pada 2008.
Pendapatan BUMN bidang aviasi tersebut juga meningkat 37 persen dari sebelumnya Rp14,2 triliun pada 2007 menjadi Rp19,4 triliun pada 2008.(tm)
Oleh : Untung Sutomo, tomo@bandaraindonesia.com
Jakarta, BANDARA ; Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengaku saat ini tengah mengkaji wacana perubahan badan hukum dari Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta, menjadi badan usaha milik daerah (BUMD).
Deputi Gubernur Bidang Industri, Perdagangan, dan Transportasi DKi Jakarta, Sutanto Soehodo, di Jakarta, Kamis (9/7) mengatakan kajian wacana ini dilakukan karena pelayanan busway selama ini dinilai kurang optimal, salah satu contohnya misal sejumlah permasalahan yang timbul tidak dapat diselesaikan secara cepat.
“Sulitnya mencari pemecahan masalah yang timbul, karena BLU Transjakarta masih sangat tergantung dengan para rekanan operator, dan ini harus dirubah, sehingga layanannya nanti bisa dipercepat, seperti pengadaan armada yang akhirnya jadi terkatung-katung,” ujar Sutanto Soehodo.
Ia menjelaskan, sejauh ini status wacana badan hukum BUMD belum menjadi prioritas pembahasan. Karena, masih banyak alternatif status badan hukum lain, yang juga akan dimasukkan dalam agenda pembahasan.
Namun yang pasti menurut Sutanto, jika memang nanti benar terjadi perubahan status itu maka akan berisi tentang penataan manajemen operasional busway. Utamanya, terkait pemangkasan keterlibatan pihak swasta bagaimana sistemnya.
Ia juga menyatakan pemangkasan peran swasta ini dilakukan dengan berbagai dasar pertimbangan. Salah satunya, polemik penetapan tarif per kilomter yang sampai harus diselesaikan ke tingkat Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI).(tm)
Oleh : Untung Sutomo, tomo@bandaraindonesia.com
Jakarta, BANDARA ; Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal berharap agar ada penambahan anggaran transportasi di departemen yang ia pimpin, agar pihaknya bisa meningkatkan tingkat keamanan dan keselamatan transportasi nasional.
Jusman Syafii Djamal, di Jakarta, Rabu (8/7) mengatakan, sebenarnya untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan, pemerintah telah memiliki modal Undang-undang Transportasi yang bisa menjadi landasan yang kokoh.
“Jadi untuk penciptaan armada transportasi yang baik, khususnya untuk transportasi udara dan laut di Indonesia timur, perlu anggaran banyak, tidak hanya dengan aturan,” ujar Jusman.
Ia menjelaskan, salah satu contohnya adalah Trans Maluku. proyek transportasi ini membutuhkan anggaran yang cukup banyak. Karena anggaran yang sudah ada belum mencukupi pembangunan proyek ini.
Saat ditanya mengenai permintaan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai agar menghentikan operasional kapal penumpang akibat maraknya penyelundupan, Jusman menyatakan hal itu tidak bisa dilakukan karena sudah ada rute khusus yang tidak serta merta bisa dihilangkan.
"Itu jelas tidak bisa karena ada kapal Pelni dari Batam ke Tanjung Priok khan harus ada, rute tidak bisa dihilangkan,” jelasnya.
Menurut Jusman seharusnya, Ditjen Bea Cukai melakukan antisipasi penyelundupan dengan cara lain dan tidak dengan cara menutup rute.(tm)Oleh : Untung Sutomo,tomo@bandaraindonesia.com
Jakarta, BANDARA ; PT Merpati Nusantara Airlines mengaku telah membuka tender penyewaan pesawat penumpang guna memenuhi kebutuhan tambahan pesawat, sehingga diharapkan bisa membantu kinerja perusahaan.
Komisaris Utama Merpati, M Said Didu, di kantor Kementrian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jakarta, Selasa (7/7) mengatakan tender ini digelar setelah pesanan pesawat yang dilakukan Merpati di China belum juga selesai hingga kini.
“Asumsi awalnya khan pengadaan pesawat tipe MA60 di China harusnya sudah selesai Maret 2009 lalu, tapi sampai kini belum selesai, sehingga yang tadinya diharapkan dengan adanya armada baru, dapat membantu mempercepat kinerja perusahaan kini jadi sedikit lambat,” ujar M Said Didu.
M Said menjelaskan, proses tender itu terbuka untuk seluruh perusahaan termasuk perusahaan asal Cina, Xian Aircraft yang sebelumnya sempat menawarkan pesawat kepada Merpati.
Saat ditanya berapa kebutuhan jumlah pesawat sewaan tersebut serta berapa armada pesawat yang kini dibutuhkan Merpati, M Said enggan mengungkapkannya.
“Mengapa kami sewa juga agar kami jadi tahu berapa harga pasti pesawat sewa itu, dan nanti jika ternyata pesawat pesanan dari China itu datang, ini pun tidak akan bermasalah,” kata Said.
Menurut Said, belum adanya penambahan armada pesawat baru untuk Merpati menyebabkan kinerja keuangan perusahaan sepanjang semester I 2009 tidak mencapai target, sehingga yang seharusnya pada semester II sudah memperoleh laba, hal ini tidak terjadi. (tm)
Oleh : Untung Sutomo
Jakarta, BANDARA ; Menyusul rencana dicabutnya larangan terbang oleh Komisi Pengamanan Penerbangan (Air Safety Committee/ASC) Uni Eropa, Garuda Indonesia berencana untuk sementara akan menggunakan armada Airbus 330-200 untuk kembali terbang ke Eropa.“Rencananya kami masih akan menggunakan Airbus 330-200 yang harus transit dulu ke Timur Tengah untuk terbang ke Eropa,” ujar Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia, Pujobroto dalam jumpa pers di kantor Departemen Perhubungan, Minggu (5/7).
Meski demikian, Pujobroto menjelaskan tidak menutup kemungkinan jika pesanan armada Boeing-777 yang dipesan pihaknya sudah mendarat di kandang Garuda, penerbangan kemungkinan besar akan menggunakan armada baru ini ke Eropa.
Menurutnya Garuda direncanakan akan terbang kembali ke Eropa sekitar semester pertama 2010 yang akan datang, karena Garuda memerlukan persiapan yang cukup lama setelah sejak 2004 Garuda tak lagi terbang ke sana, sehingga manajemen harus mempersiapkan diri kembali.
“Setidaknya kami butuh waktu sembilan bulan untuk persiapan, ya persiapannya termasuk jenis armada, rutenya, hingga pembukaan kantor baru, khan dulu kami anggap kurang kompetitif, ya sekarang harus lebih kompetitif lah,” kata Pujo.(tm)
Jakarta, BANDARA : Pemerintah Indonesia optimistis Uni Eropa tidak akan mengubah keputusan mencabut larangan terbang bagi empat maskapai Indonesia yang menurut rencana secara resmi baru akan diumumkan dalam dua pekan awal Juli 2009 ini.
“Masalah nanti berubah atau tidak, saya tidak bisa jamin, tapi logisnya setelah keluar rekomendasi dari 27 negara, biasanya tidak akan berubah di level Komisioner Air Safety Committee (ASC),” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara Dephub Herry Bhakti S Gumay, dalam jumpa persnya di Jakarta Minggu, (5/7).
Ia menjelaskan, selama dua pekan ini hanya menunggu proses legalitas dalam sidang internal ASC, yang selanjutnya oleh Komisioner ASC dikeluarkan dalam bentuk aturan dan diterjemahkan dalam 22 bahasa yang kemudian dipublish di situs ASC dan sedikitnya 22 negara Uni Eropa.
Menurut Harry Bhakti, pencabutan larangan terbang bagi empat maskapai ini baru langkah awal, sebab masih banyak yang harus dibenahi meskipun dalam persyaratan minimal mengenai kemananan (safety) penerbangan Indonesia sudah dianggap nyaman oleh Negara lain.
Pihaknya berharap, empat maskapai ini dapat mempertahankan prestasi penilaian yang diberikan Uni Eropa ini, yang natinya menular pada maskapai-maskapai lain yang juga masih dalam tahap penilaian bisa memperoleh prestasi yang sama. Sehingga penerbangan sipil Indonesia bisa makin terangkat kembali.
Kaitannya dengan proses selama dua pekan yang diberikan Uni Eropa, Herry Bhakti menyatakan tim auditor penerbangan dari International Civil Aviation Organization (ICAO) direncanakan akan kembali ke Indonesia pada 4 hingga 7 Agustus 2009 untuk melakukan validasi terhadap tindak perbaikan terhadap 121 temuan Universal Safety Oversight Audit Programme (USOAP) ICAO.
“Ya untuk memastikan saja dengan mengaduit kembali bahwa seluruh temuan yang nantinya divalidasi itu sudah diselesaikan sleuruhnya oleh empat maskapai yang memperoleh pencabutan larangan terbang itu,” kata Herry Bhakti.(tm)
Jakarta, BANDARA, Maskapai pelat merah Garuda Indonesia berkomitmen akan terus membantu pemerintah daerah (Pemda) khususnya yang berkaitan dengan transportasi penerbangan, seperti yang sudah dilakukan bersama Pemda Bangka Belitung, yakni dengan membuka rute baru Jakarta-Pangkal Pinang yang diresmikan awal Juni 2009 lalu.
EVP Commersial Garuda Indonesia, Agus Priyanto, mengatakan komitmen itu dilakukan untuk bisa ikut serta membantu Pemda Bangka Belitung dalam mengembangkan pariwisata dan komoditas ekspor sehingga menarik investor untuk mau menanamkan modalnya di daerah ini.
“Kami melihat potensi Bangka Belitung cukup besar, antara lain dari aspek pariwisata dan komoditas ekspor seperti timah dan lain-lain,” ujar Agus Priyanto.
Selain membuka rute baru Jakarta-Pangkal Pidang, Garuda Indonesia juga membuka sejumlah rute penerbangan domestik lain ke beberapa daerah lain di Indonesia, yakni rute Jakarta-Lampung, Jambi, Malang, kendari, dan Kupang.
BUKA RUTE INTERNASIONAL
Garuda Indonesia juga, sepanjang tahun 2009 ini berencana akan membuka beberapa rute penerbangan internasional baru antara lain ke soul dan Shanghai pada Juli, ke syney, Melbourne, serta Tokyo pada Agustus mendatang dengan menggunakan pesawat A330-200. Garuada Indonesia juga berencana membuka rute Denpasar-Hongkong, Denpasar-Shanghai, dan Surabaya-Hong Kong.
Meskipun larangan terbang dari Uni Eropa hingga kini masih berlaku bagi maskapai Indonesia, tapi Agus Priyanto mengaku Garuda Indonesia tetap menargetkan penerbangan ke Eropa sudah bisa dilakukan dalam 9 bulan ke depan, karena ada informasi bahwa bulan Juni 2009 larangan terbang itu akan dicabut.
Mengenai kesiapan armada dan distribusi penerbangan ke Eropa itu, Agus Priyanto juga mengaku Garuda Indonesia sudah sangat siap karena beberapa pesawat baru jenis A330-200 sudah dimiliki, dan kini sedang dalam proses perbaikan dalam rangka menyesuaikan dengan spesifikasi maskapai Garuda Indonesia.
Jika nantinya larangan terbang Uni Eropa itu benar-benar dicabut, salah satu rute yang pertama akan dibuka adalah rute Jakarta-Amsterdam dengan jadwal terbang setiap hari. Mengapa memilih Amsterdam menurut Agus Priyanto, karena Belanda memiliki nilai historis atau ada hubungan kedekatan dengan Indonesia.
Rute kedua yang dipilih setelah Amsterdam terlaksana, Garuda Indonesia juga akan membuka jalur penerbangan ke Frankfurt dan London, karena Garuda Indonesia optimis kualitas penerbangan Indonesia ke Eropa akan jauh lebih baik dibandingkan saat sebelum Indonesia masuk dalam daftar larangan terbang Uni Eropa. (tm)
Jakarta, BANDARA, Langkah Maskapai Lion air yang memutuskan melebarkan sayapnya dengan menggarap sejumlah rute penerbangan luar negeri seperti Singapura pun akhirnya cukup membuahkan hasil, awal Juni lalu otoritas penerbangan sipil Singapura yakni The Civil Aviation Authority of Singapore (CAAS) memberikan penghargaan dan memasukkannya kedalam kategori lima besar maskapai dengan pertumbuhan penumpang dan kargo tertinggi.
Direktur Umum Lion Air, Edward Sirait mengatakan, prestasi yang diperoleh Lion Air merupakan buah dari peningkatan jumlah penumpang dan kargo yang cukup signifikan yang diangkut ke Bandara Changi selama periode 2008, dan pihak CAAS sendiri sudah melakukan seleksi cukup ketat yang akhirnya memutuskan Lion Air masuk dalam kategori lima besar ini.
Jumlah penumpang yang diangkut dari Jakarta dan Saigon ke singapura hingga akhir 2008 adalah 293.529 penumpang atau naik sekitar 390 persen dibandingkan periode 2007 sebelumnya, sedangkan jumlah kargo yang diangkut Lion Air ke singapura pada periode yang sama adalah sebesar 440 ton atau mengalami peningkatan sebesar 59 persen dibandingkan periode 2007.
Penyerahan penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Perhubungan Singapura, Mr Raymond Lim, kepada Direktur Utama Lion Air, Rusdi Kirana, seraya mengatakan sangat mengapresiasi kerjasama antara Lion air dan CAAS ditengah industry penerbangan yang ikut terpengaruh menyebarnya virus H1N1, sehingga untuk mengantisipasi pihak Changi airport harus menjalin kerjasama yang lebih erat dengan komunitas Air Lines.
Edward Sirait juga menyatakan, kerjasama yang semakin terjalin baik dengan CAAS ini jelas mendorong upaya peningkatan pelayanan (service) dan keselamatan penerbangan (flight safety), sehingga diharapkan dapat menambah kepercayaan penumpang.
Menurutnya, penghargaan dari CAAS ini merupakan bukti bahwa peran Lion Air sudah cukup besar saat ini dalam penerbangan regional dan juga menunjukkan kesiapan Lion Air memasuki era globalisasi, khususnya di Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN atau Asean Free Trade Area (AFTA).
Edward Sirait mengaku, saat ini Lion Air sudah dan masih menerbangi penerbangan regional (Internasional) ke Singapura, Penang, Kuala Lumpur, Ho Chi Minh (Saigon) dan sebagian besar kota di Indonesia. (tm)
Jakarta, BANDARA, Setelah 64 tahun bangsa Indonesia merdeka, masyarakat Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, akhirnya bisa mengakhiri penantian panjang mereka untuk bisa memiliki Bandar udara yang diharapkan kehadirannya dapat mengurangi waktu tempuh mereka jika ingin bepergian ke Pekanbaru.
Bertepatan dnegan hari ulang tahun (HUT) ke-44 Kabupaten Indragiri Hilir, Pesawat Riau airlines, Minggu (14/6) mendarat mulus di Bandara Tempuling untuk pertama kalinya dengan membawa rombongan Gubenur Riau, Rusli Zainal, yang ditemani unsur Muspida serta sejumlah tokoh masyarakat Riau.
Begitu turun dari pesawat, Rusli Zainal langsung memimpin doa bersama, memohon agar bandara tempuling bisa menjadi lompatan besar untuk kemajuan kabupaten yang sedikit tertinggal dibandingkan sejumlah kabupaten lain di Riau.
Di sele-sela peresmian bandara Tempilang ini, Rusli Zainal menyampaikan bahwa pihaknya sudah memimpikan adanya bandara ini lebih dari 20 tahun, dan semoga dengan adanya bandara ini investasi di Tempilahan khususnya dan kabupaten Indragiri hilir pada umumnya dapat berkembang.
“Tembilahan merupakan kota terjauh jaraknya dari ibu kota Provinsi Riau, pekanbaru, dan juga merupakan wilayah yang strategis karena berbatasan langsung dengan Kota Batam dan singapura, jaid semoga harapan kita Tempilahan akan lebih maju,” ujar Rusli.
Menurut Rusli, selama ini masyarakat tempilahan lebih memilih Batam dari pada pekanbaru untuk urusan perdagangan, karena perjalanan melalui laut ke Batam dari tembilahan hanya ditempuh selama lima jam, atau lebih pendek dua jam dibandingkan jika menuju pekanbaru yang memerlukan waktu kurang lebih tujuh jam.
Dengan perbandingan ini, sehingga penerbangan ke Tembilahan merupakan jalur alternatif yang cukup menarik bagi warga yang ingin bepergian lebih cepat, dibandingkan dengan perjalanan laut dan darat yang memakan waktu berjam-jam.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Indragiri Hilir, Indra Mukhlis Adnan, yang turut mendampingi Gubernur Riau, Rusli Zainal, mengungkapkan pihaknya sangat antusias menyambut keberadaan bandara ini, karena Indragiri Hilir merupakan salah satu sentra perkebunan Kelapa terbesar di Riau, dengan luas lahan sekitar 73.758 hektar, dan dari luas daratannya 11.605 kilometer persegi, Indragiri Hilir memiliki luas lahan pertanian seluas 1,1 juta hektar.
“Alam Indragiri Hilir masih tersimpan kandungan kaolin, granit, dan batu bara, sehingga penerbangan ini semoga bisa menarik investor kesini, dan penerbangan ini pula akhirnya memenuhi keinginan masyarakat untuk pertama kalinya tahun 2009 ini, warga disini bisa langsung naik pesawat saat berangkat haji,” jelas Indra.
Bandara Tempuling sendiri, Indra mengaku berjarak sekitar 24 kilometer dari tembilahan dengan melewati sedikitnya 35 jembatan, dan di sepanjang menuju ibu kota kabupaten yang berjuluk seribu parit ini masih terlihat seklai gambaran kemiskinan dan ketertinggalan warganya dari sentuhan pembangunan.(tm)
Ditengah situasi krisis ekonomi global yang ikut berdampak pada industri penerbangan nasional, Maskapai Garuda Indonesia mencatat pada periode tahun 2008 berhasil memcapai keuntungan atau laba usaha sebesar Rp669 miliar, yang dihasilkan karena Garuda Indonesia bisa melaksanakan efisiensi disejumlah aspek dan program perusahaan dengan cukup baik, seperti komersial, operasional, keuangan hingga peningkatan produktifitas karyawan.
Corporat Secretary Garuda Indonesia, Pujobroto, mengatakan selain pencapaian laba usaha sebesar itu, melalui berbagai program dalam bidang komersial termasuk aspek pelayanan Garuda Indonesia juga berhasil meningkatkan jumlah penumpang yang diangkut dari tahun 2007 sebnayak 9,2 juta penumpang menjadi 10,1 penumpang pada tahun 2008 atau meningkat 9 persen.
Garuda juga meningkatkan kapasitas produksi atau availability seat kilometer (ASK) dari 18,1 juta seat kilometer pada tahun 2007 menjadi 20,1 juta seat kilometer pada tahun 2008 atau mengalami peningkatan sebanyak 11 persen.
Hal yang tak kalah penting, Pujobroto mengaku Garuda Indonesia juga berhasil meningkatkan pendapatan usaha atau operating revenue secara cukup signifikan, yakni pada tahun 2007 mencapai Rp14,2 triliun, namun pada tahun 2009 Garuda Indonesia mencatat kenaikan hingga 37 persen sehingga berjumlah Rp19,4 triliun.
Berbagai upaya efisiensi yang dilakukan Garuda Indonesia, menurut Pujobroto cukup berpengaruh terhadap pencapaian laba usaha, program efisiensi itu diantaranya ada “fuel conservation program, electronic procurement, perbaikan sistem dan proses kerja” serta peningkatan produktifitas kerja karyawan.
Berkaitan dengan sistem, proses kerja dan peningkatan produktifitas karyawan, Garuda Indonesia kini memperkenalkan budaya kerja baru yang disebut “FLY HI” yakni efficient dan effective. Loyalty, customer centricity, honesty dan openness, serta integrity. Garuda Indonesia juga mulai menerapkan sistem meritokrasi, dimana karyawan diberikan kesempatan untuk mengembangkan potensinya dan kemampuannya, dan nantinya perusahaan akan memberikan apresisasi dan remunerasi sesuai dengan kontribusi yang diberikan oleh setiap karyawan.
Atas berbagai upaya dan program itulah, pada 2008 pula banyak penghargaan dan recognition dalam berbagai bidang yang diraih Garuda Indonesia, antara lain Call Center Award dari Majalah Marketing dan Carre Centre for Consumer Satisfaction, Indonesia’s Most Admired Companies (IMAC) dari Frontier Consulting dan Majalah Business Week, Indonesia Best Brand Award (IBBA) dari Lembaga Riset MARS dan Majalah SWA, e-Company Award dari Majalah Warta Ekonomi, Indonesia Customer Satisfaction Award (ICSA) dari Majalah SWA dan Frontier Consulting, Best Service Excellent Award dari Mark Plus, Perusahaan Idaman Award dari Warta Ekonomi, dan terakhir Angkasa Award dengan empat kategori yakni sebagai Airline of the year, the most favourite Airline, The Best OTP dan The Best Service. (tm)
BANDARA
Jl. Kayu Putih Timur Kav. 135
Jakar ta Timur.
Rawa Mangun, DKI Jakarta 13260
Indonesia
ph: +62-21-97924766 (hunting)
fax: +62-21-47861673
alt: +62816100344
redaksi
