BANDARA
Jl. Kayu Putih Timur Kav. 135
Jakar ta Timur.
Rawa Mangun, DKI Jakarta 13260
Indonesia
ph: +62-21-97924766 (hunting)
fax: +62-21-47861673
alt: +62816100344
redaksi
Oleh : Untung Sutomo, tomo@bandaraindonesia.com
Jakarta, BANDARA ; Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta mencatat jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Jakarta pada Mei 2009 naik 22,32 persen sebanyak 124.928 orang, dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya sebanyak 102.130 orang.
Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS DKI Jakarta, Dody Rudiyanto di Jakarta, Selasa (7/7) mengatakan, peningkatan kunjungan wisman pada Mei ini diharapkan menjadi tren positif yang terus meningkat pada bulan-bulan berikutnya.
"Promosi dan informasi positif yang disampaikan baik oleh Departemen Kebudyaan dan Pariwisata, Disbudpar hingga Pemda, mampu meyakinkan wisman untuk berkunjung ke Jakarta,” ujar Dody Rudiyanto.
Menurut Dody, dari data yang ia peroleh peningkatan kunjungan wisman tersebut selain karena gencarnya promosi yang dilakukan pemerintah, juga lebih pada informasi mengenai kondisi keamanan nasional yang kondusif.
Berdasarkan data BPS, Dody juga menyatakan selama empat tahun terakhir ini, sedikitnya terjadi tiga kali peningkatan kunjungan wisman yang cukup signifikan, termasuk pada Mei 2009.
Meskipun dibandingkan dengan Mei 2008, jumlah kunjungan wisman ke Jakarta pada Mei 2009 turun 2,99 persen, tapi ini lebih disebabkan pertumbuhan ekonomi internasional yang lesu pada kuartal pertama 2009.
Selain jumlah wisman yang naik di DKI, antusias kunjungan wisman yang masuk ke Indonesia juga meningkat 8,03 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya, yakni 412.306 kunjungan pada April 2009 meningkat menjadi 445.394 kunjungan pada Mei 2009.
Naiknya jumlah wisman ini terutama juga disebabkan faktor kunjungan lima negara terbanyak yang mencapai intensitas 44,08 persen, yakni Malaysia sebanyak 24.940 orang, Singapura 10.950 orang, China 10.004 orang, Amerika Serikat 5.047 orang, dan Jepang 5.031 orang.(tm)
Jakarta, Bandara, Meski ada kenaikan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada periode Januari hingga April 2009, sehingga Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar) optimis dengan pencapaian target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada akhir 2009 nanti mencapai 6,5 juta orang, tapi promosi pariwisata untuk wisatawan nusantara (wisnus) tetap saja gencar dilakukan.
Seperti diungkapkan Direktur Jenderal Pemasaran Depbudpar, DR Sapta Nirwandar, dalam jumpa persnya di Jakarta, Jum’at (12/6) mengatakan pihaknya tetap gencar melakukan promosi yang lebih taktis dan strategis, diantaranya dengan mengencarkan sales mission, penjualan paket wisata murah, promosi melalui media cetak dan elektronik, serta meningkatkan frekuensi penyelenggaraan tam trip.
“Menghadapi situasi krisis ekonomi global saat ini, industri pariwisata dalam negeri semakin menjadi tumpuan, hingga akhir 2008 saja tercatat wisnus yang melakukan perjalanan wisata mencapai 225 juta, dan tahun ini bisa lebih,” ujar Sapta.
Sapta menjelaskan sejumlah promosi khusus dalam negeri yang kini sedang gencar dan bahkan ada yang sudah dilaksanakan diantara adalah dengan menggelar sejumlah even. Ada pameran Gebyar Wisata Nusantara yang sudah dilaksanakan pada 4 sampai 7 Juni lalu di Jakarta Convention Center (JCC).
Depbudpar yang bekerjasama dengan sejumlah pihak baik pemerintah maupun swasta juga menggelar Festival Budaya diantara Danau Sentani di Khalkote, Sentani Timur pada 19-23 juni 2009.
Grand Launching Visit Lombok Sumbawa 2012 juga digelar di Hotel Santosa, Nusa Tenggara Barat, pada 5-6 Juli 2009, Depbudpar juga menggelar Festival Budaya Lembah Baliem, di Kurulu Wosilimo, pada 10 sampai 13 Agustus 2009.(tm)
Jakarta, Bandara, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata mencatat pada periode Januari hingga April 2009, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia mencapai 1.893.155 orang atau naik 28.570 orang, dan tumbuh sebesar 1,53 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2008 lalu yang hanya sebesar 1.864.585 orang.
Direktur Jenderal Pemasaran Depbudpar, DR. Sapta Nirwandar, dalam jumpa persnya di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Jum’at (12/6) mengatakan pertumbuhan ini menunjukkan bahwa industri pariwisata Indonesia cukup kebal terhadap dampak krisis ekonomi global yang tengah melanda saat ini.
“Kita patut bersyukur bahwa industri pariwisata Indonesia di tengah krisis ekonomi global saat ini justru masih bisa tumbuh, sesuai harapan,” ujar Sapta Nirwandar.
Sapta juga menyatakan, kenaikan ini jelas cukup mengembirakan, karena industri pariwisata di beberapa negara tetangga seperti Singapura, Thailand, dan Jepang pada periode yang sama justru mengalami penurunan yang variatif.
Dari catatan yang diperoleh Depbudpar, Singapura pada Januari –April 2009 minus 11,8 persen atau turun 401.957 orang jumlah wismannya dibandingkan tahun sebelumnya. Thailand pada periode Janurai 2009 juga minus 19,69 persen atau turun 206.322 orang, dan tak berbeda jauh Jepang juga pada periode Januari-Maret 2009 minus 27,2 persen atau turun sebesar 582.259 orang.
Dengan kenaikan jumlah wisnus ini, menurut Sapta pihaknya optimis bahwa target Visit Indonesia Year (VIY) 2009 yakni sebesar 6,5 juta wisman akan bisa tercapai, karena pada 2008 saja jumlah wisman yang ke Indonesia mencapai 6,4 juta orang. (tm)
BANDARA
Jl. Kayu Putih Timur Kav. 135
Jakar ta Timur.
Rawa Mangun, DKI Jakarta 13260
Indonesia
ph: +62-21-97924766 (hunting)
fax: +62-21-47861673
alt: +62816100344
redaksi
