BANDARA
Jl. Kayu Putih Timur Kav. 135
Jakar ta Timur.
Rawa Mangun, DKI Jakarta 13260
Indonesia
ph: +62-21-97924766 (hunting)
fax: +62-21-47861673
alt: +62816100344
redaksi
Oleh : Untung Sutomo
JAKARTA, Bandara : PT Garuda Indonesia terlihat makin mantap untuk menjadi perusahaan publik, setelah memastikan rencana penawaran umum perdana saham (IPO) perseroan bakal dilaksanakan pada 2010.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar, di kantor Kemnetrian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jakarta, Selasa (21/7) mengatakan
penawaran IPO itu akan dilakukan sementara di dalam negeri terlebih dahulu, meski tidak menutup kemungkinan bisa melakukan dual listing di bursa efek luar negeri.
“Sementara IPO pada tahun depan dalam negeri dulu, kalau dual listing kami belum bisa memastikannya, tapi kami juga akan melihat peluang itu selama bisa menguntungkan perusahaan,” ujar Emirsyah Satar.
Ia menjelaskan, manajemen Garuda Indonesia sebelumnya telah menetapkan batas waktu penunjukan penjamin emisi IPO pada semester II-2009. Langkah tersebut diharapkan bisa memuluskan rencana perseroan menjadi perusahaan publik pada awal 2010.
Emirsyah mengaku guna memuluskan rencana IPO tersebut, Garuda juga terus mempercantik kinerja perusahaan di antaranya dengan menambah armada pesawat terbang serta melunasi atau merestrukturisasi utang-utang ke sejumlah kreditor.
Hasilnya, sepanjang 2008, Garuda menunjukan kinerja keuangan cukup optimal ditandai dengan perolehan laba bersih yang melonjak hingga 1.000 persen dari Rp60 miliar pada 2007 menjadi Rp699 miliar pada 2008.
Pendapatan BUMN bidang aviasi tersebut juga meningkat 37 persen dari sebelumnya Rp14,2 triliun pada 2007 menjadi Rp19,4 triliun pada 2008.(tm)
Oleh : Untung Sutomo, tomo@bandaraindonesia.com
Jakarta, BANDARA ; Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengaku saat ini tengah mengkaji wacana perubahan badan hukum dari Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta, menjadi badan usaha milik daerah (BUMD).
Deputi Gubernur Bidang Industri, Perdagangan, dan Transportasi DKi Jakarta, Sutanto Soehodo, di Jakarta, Kamis (9/7) mengatakan kajian wacana ini dilakukan karena pelayanan busway selama ini dinilai kurang optimal, salah satu contohnya misal sejumlah permasalahan yang timbul tidak dapat diselesaikan secara cepat.
“Sulitnya mencari pemecahan masalah yang timbul, karena BLU Transjakarta masih sangat tergantung dengan para rekanan operator, dan ini harus dirubah, sehingga layanannya nanti bisa dipercepat, seperti pengadaan armada yang akhirnya jadi terkatung-katung,” ujar Sutanto Soehodo.
Ia menjelaskan, sejauh ini status wacana badan hukum BUMD belum menjadi prioritas pembahasan. Karena, masih banyak alternatif status badan hukum lain, yang juga akan dimasukkan dalam agenda pembahasan.
Namun yang pasti menurut Sutanto, jika memang nanti benar terjadi perubahan status itu maka akan berisi tentang penataan manajemen operasional busway. Utamanya, terkait pemangkasan keterlibatan pihak swasta bagaimana sistemnya.
Ia juga menyatakan pemangkasan peran swasta ini dilakukan dengan berbagai dasar pertimbangan. Salah satunya, polemik penetapan tarif per kilomter yang sampai harus diselesaikan ke tingkat Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI).(tm)
Oleh : Untung Sutomo, tomo@bandaraindonesia.com
Jakarta, BANDARA ; Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal berharap agar ada penambahan anggaran transportasi di departemen yang ia pimpin, agar pihaknya bisa meningkatkan tingkat keamanan dan keselamatan transportasi nasional.
Jusman Syafii Djamal, di Jakarta, Rabu (8/7) mengatakan, sebenarnya untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan, pemerintah telah memiliki modal Undang-undang Transportasi yang bisa menjadi landasan yang kokoh.
“Jadi untuk penciptaan armada transportasi yang baik, khususnya untuk transportasi udara dan laut di Indonesia timur, perlu anggaran banyak, tidak hanya dengan aturan,” ujar Jusman.
Ia menjelaskan, salah satu contohnya adalah Trans Maluku. proyek transportasi ini membutuhkan anggaran yang cukup banyak. Karena anggaran yang sudah ada belum mencukupi pembangunan proyek ini.
Saat ditanya mengenai permintaan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai agar menghentikan operasional kapal penumpang akibat maraknya penyelundupan, Jusman menyatakan hal itu tidak bisa dilakukan karena sudah ada rute khusus yang tidak serta merta bisa dihilangkan.
"Itu jelas tidak bisa karena ada kapal Pelni dari Batam ke Tanjung Priok khan harus ada, rute tidak bisa dihilangkan,” jelasnya.
Menurut Jusman seharusnya, Ditjen Bea Cukai melakukan antisipasi penyelundupan dengan cara lain dan tidak dengan cara menutup rute.(tm)Oleh : Untung Sutomo, tomo@bandaraindonesia.com
Jakarta, BANDARA ; Mayoritas karyawan maskapai penerbangan Indonesia seperti Pilot dan Pramugari yang berada di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang Banten tak bisa menggunakan hak pilihnya.
Seperti yang terjadi di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 12 Bandara Soeta, Rabu (8/7) sejak dibuka sekitar pukul 07.00 Wib hingga pukul 13.00 Wib, hampir tak henti-hentinya puluhan Pilot dan Pramugari yang mencoba mendatangi TPS ini harus pulang dengan sedikit kesal karena tak bisa menggunakan hak pilih mereka.
Ketua Kelompok Penyelenggara Pemunguta Suara (KPPS) TPS 12, Syamsuir mengatakan tidak diterimanya sejumlah karyawan maskapai di TPS ini, karena sebagian besat hanya membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan formulir C4, tapi tidak membawa formulir A7.
“kebanyakan mereka khan tinggal dan berasal dari luar Tangerang, dan Jakarta, nah mereka juga tak membawa formulir A7 meskipun KTP dibawa, tapi sesuai persyaratan KTP bisa digunakan kalau ditempat asalnya, dari pagi yang komplain banyak sekali,” jelas Syamsuir.
Seorang pilot dari salah satu masakapai swasta Indonesia, Husni Bakti Tulus, yang ditemui BANDARA, adalah salah satunya yang mengalami hal ini.
Husni mengaku setibanya di TPS 12 ini dirinya langsung menyerahkan formulir C4 kepada panitia, namun ternyata alamatnya bukan TPS 12 di Bandara Soeta yang tercantum di formulir itu.
Panitia lalu menanyakan KTP-nya, setelah Husni menyerahkan KTP-nya ternyata alamatnya juga tidak beralamat di Tangerang, sehingga sama saja ia akhirnya ditolak untuk mencontreng di TPS ini. “ kalau begini ya saya dipaksa untuk tidak menggunakan hak pilih saya dong,” ujarnya dengan sedikit kesal.(tm)
Oleh : Untung Sutomo, tomo@bandaraindonesia.com
Jakarta, BANDARA ; Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta mencatat jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Jakarta pada Mei 2009 naik 22,32 persen sebanyak 124.928 orang, dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya sebanyak 102.130 orang.
Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS DKI Jakarta, Dody Rudiyanto di Jakarta, Selasa (7/7) mengatakan, peningkatan kunjungan wisman pada Mei ini diharapkan menjadi tren positif yang terus meningkat pada bulan-bulan berikutnya.
"Promosi dan informasi positif yang disampaikan baik oleh Departemen Kebudyaan dan Pariwisata, Disbudpar hingga Pemda, mampu meyakinkan wisman untuk berkunjung ke Jakarta,” ujar Dody Rudiyanto.
Menurut Dody, dari data yang ia peroleh peningkatan kunjungan wisman tersebut selain karena gencarnya promosi yang dilakukan pemerintah, juga lebih pada informasi mengenai kondisi keamanan nasional yang kondusif.
Berdasarkan data BPS, Dody juga menyatakan selama empat tahun terakhir ini, sedikitnya terjadi tiga kali peningkatan kunjungan wisman yang cukup signifikan, termasuk pada Mei 2009.
Meskipun dibandingkan dengan Mei 2008, jumlah kunjungan wisman ke Jakarta pada Mei 2009 turun 2,99 persen, tapi ini lebih disebabkan pertumbuhan ekonomi internasional yang lesu pada kuartal pertama 2009.
Selain jumlah wisman yang naik di DKI, antusias kunjungan wisman yang masuk ke Indonesia juga meningkat 8,03 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya, yakni 412.306 kunjungan pada April 2009 meningkat menjadi 445.394 kunjungan pada Mei 2009.
Naiknya jumlah wisman ini terutama juga disebabkan faktor kunjungan lima negara terbanyak yang mencapai intensitas 44,08 persen, yakni Malaysia sebanyak 24.940 orang, Singapura 10.950 orang, China 10.004 orang, Amerika Serikat 5.047 orang, dan Jepang 5.031 orang.(tm)
Oleh : Untung Sutomo, tomo@bandaraindonesia.com
Jakarta, BANDARA ; PT Merpati Nusantara Airlines mengaku telah membuka tender penyewaan pesawat penumpang guna memenuhi kebutuhan tambahan pesawat, sehingga diharapkan bisa membantu kinerja perusahaan.
Komisaris Utama Merpati, M Said Didu, di kantor Kementrian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jakarta, Selasa (7/7) mengatakan tender ini digelar setelah pesanan pesawat yang dilakukan Merpati di China belum juga selesai hingga kini.
“Asumsi awalnya khan pengadaan pesawat tipe MA60 di China harusnya sudah selesai Maret 2009 lalu, tapi sampai kini belum selesai, sehingga yang tadinya diharapkan dengan adanya armada baru, dapat membantu mempercepat kinerja perusahaan kini jadi sedikit lambat,” ujar M Said Didu.
M Said menjelaskan, proses tender itu terbuka untuk seluruh perusahaan termasuk perusahaan asal Cina, Xian Aircraft yang sebelumnya sempat menawarkan pesawat kepada Merpati.
Saat ditanya berapa kebutuhan jumlah pesawat sewaan tersebut serta berapa armada pesawat yang kini dibutuhkan Merpati, M Said enggan mengungkapkannya.
“Mengapa kami sewa juga agar kami jadi tahu berapa harga pasti pesawat sewa itu, dan nanti jika ternyata pesawat pesanan dari China itu datang, ini pun tidak akan bermasalah,” kata Said.
Menurut Said, belum adanya penambahan armada pesawat baru untuk Merpati menyebabkan kinerja keuangan perusahaan sepanjang semester I 2009 tidak mencapai target, sehingga yang seharusnya pada semester II sudah memperoleh laba, hal ini tidak terjadi. (tm)
Oleh : Untung Sutomo, tomo@bandaraindonesia.com
Jakarta, BANDARA ; Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta mencatat jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Jakarta pada Mei 2009 naik 22,32 persen sebanyak 124.928 orang, dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya sebanyak 102.130 orang.
Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS DKI Jakarta, Dody Rudiyanto di Jakarta, Selasa (7/7) mengatakan, peningkatan kunjungan wisman pada Mei ini diharapkan menjadi tren positif yang terus meningkat pada bulan-bulan berikutnya.
"Promosi dan informasi positif yang disampaikan baik oleh Departemen Kebudyaan dan Pariwisata, Disbudpar hingga Pemda, mampu meyakinkan wisman untuk berkunjung ke Jakarta,” ujar Dody Rudiyanto.
Menurut Dody, dari data yang ia peroleh peningkatan kunjungan wisman tersebut selain karena gencarnya promosi yang dilakukan pemerintah, juga lebih pada informasi mengenai kondisi keamanan nasional yang kondusif.
Berdasarkan data BPS, Dody juga menyatakan selama empat tahun terakhir ini, sedikitnya terjadi tiga kali peningkatan kunjungan wisman yang cukup signifikan, termasuk pada Mei 2009.
Meskipun dibandingkan dengan Mei 2008, jumlah kunjungan wisman ke Jakarta pada Mei 2009 turun 2,99 persen, tapi ini lebih disebabkan pertumbuhan ekonomi internasional yang lesu pada kuartal pertama 2009.
Selain jumlah wisman yang naik di DKI, antusias kunjungan wisman yang masuk ke Indonesia juga meningkat 8,03 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya, yakni 412.306 kunjungan pada April 2009 meningkat menjadi 445.394 kunjungan pada Mei 2009.
Naiknya jumlah wisman ini terutama juga disebabkan faktor kunjungan lima negara terbanyak yang mencapai intensitas 44,08 persen, yakni Malaysia sebanyak 24.940 orang, Singapura 10.950 orang, China 10.004 orang, Amerika Serikat 5.047 orang, dan Jepang 5.031 orang.(tm)
Oleh : Untung Sutomo
Jakarta, BANDARA : Pemerintah Indonesia optimistis Uni Eropa tidak akan mengubah keputusan mencabut larangan terbang bagi empat maskapai Indonesia yang menurut rencana secara resmi baru akan diumumkan dalam dua pekan awal Juli 2009 ini.
“Masalah nanti berubah atau tidak, saya tidak bisa jamin, tapi logisnya setelah keluar rekomendasi dari 27 negara, biasanya tidak akan berubah di level Komisioner Air Safety Committee (ASC),” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara Dephub Herry Bhakti S Gumay, dalam jumpa persnya di Jakarta Minggu, (5/7).
Ia menjelaskan, selama dua pekan ini hanya menunggu proses legalitas dalam sidang internal ASC, yang selanjutnya oleh Komisioner ASC dikeluarkan dalam bentuk aturan dan diterjemahkan dalam 22 bahasa yang kemudian dipublish di situs ASC dan sedikitnya 22 negara Uni Eropa.
Menurut Harry Bhakti, pencabutan larangan terbang bagi empat maskapai ini baru langkah awal, sebab masih banyak yang harus dibenahi meskipun dalam persyaratan minimal mengenai kemananan (safety) penerbangan Indonesia sudah dianggap nyaman oleh Negara lain.
Pihaknya berharap, empat maskapai ini dapat mempertahankan prestasi penilaian yang diberikan Uni Eropa ini, yang natinya menular pada maskapai-maskapai lain yang juga masih dalam tahap penilaian bisa memperoleh prestasi yang sama. Sehingga penerbangan sipil Indonesia bisa makin terangkat kembali.
Kaitannya dengan proses selama dua pekan yang diberikan Uni Eropa, Herry Bhakti menyatakan tim auditor penerbangan dari International Civil Aviation Organization (ICAO) direncanakan akan kembali ke Indonesia pada 4 hingga 7 Agustus 2009 untuk melakukan validasi terhadap tindak perbaikan terhadap 121 temuan Universal Safety Oversight Audit Programme (USOAP) ICAO.
“Ya untuk memastikan saja dengan mengaduit kembali bahwa seluruh temuan yang nantinya divalidasi itu sudah diselesaikan sleuruhnya oleh empat maskapai yang memperoleh pencabutan larangan terbang itu,” kata Herry Bhakti.(tm)
Oleh : Untung Sutomo
Jakarta, BANDARA ; Uni Eropa secara resmi berencana akan mencabut larangan terbang empat maskapai penerbangan Indonesia, yakni Garuda, Mandala, Prime Air, dan Airfast dalam dua pekan ke depan awal Juli 2009 .
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Dephub, Herry Bhakti S Gumay, dalam jumpa persnya Minggu (5/7) mengatakan Uni Eropa baru menyetujui pencabutan larangan terbang bagi empat maskapai itu, sedangkan maskapai lain masih menunggu proses pembahasan pada September 2009 mendatang.
“Kami sudah komunikasikan dengan Uni Eropa dan September nanti mereka akan undang kami untuk kembali ke Brussel membahas maskapai penerbangan lainnya,” ujar Herry Bhakti.
Ia juga menjelaskan, mengenai maskapai lain pihaknya juga akan membicarakannya terlebih dahulu dnegan Komisi Keselamatan Penerbangan (Air Safety Committee), tapi tidak dengan pola fast track, seperti yang diberlakukan bagi empat maskapai itu.
Menurut Herry Bhakti, untuk pembahasan maskapai lainnya akan ditekankan kepada pembentukan tingkat kepercayaan dari negara lain, yakni setelah mengangkat confidence-nya, maka setelah itu semua maskapai lain akan punya argumen untuk mempertahankan diri.
Pembahasan pada September itu, Herry mengakui juga akan berlaku untuk semua maskapai yang belum mendapat rekomendasi dari Uni Eropa., dan kemungkinan hasil pembicaraan serta pembahasannya akan dievaluasi terlebih dahulu selama tiga bulanan.
Berkaitan dengan hal ini pula, Herry menambahkan dalam waktu dekat, pemerintah Indonesia dengan Uni Eropa akan mengadakan Forum Komunikasi Kerja Sama yang difasilitasi Departemen Luar Negeri pada 13 sampai 14 Juli 2009 di Yogyakarta.
Dalam forum itu akan dibicarakan, perjanjian angkutan udara (air agreement) yang mengarah pada bilateral atau horizontal agreement dan kerja sama peningkatan keamanan serta keselamatan penerbangan.(tm)
Oleh : Untung Sutomo
Jakarta, BANDARA : Tim pencari dan penyelamat dari Kantor Badan SAR Jayapura berhasil tiba dilokasi jatuhnya pesawat Aviastar PK-BRO di lembah Baliem, Pegunungan Yahukimo, Distrik Tangma Selatan, Papua, Kamis (2/7) pagi waktu setempat. seluruh awak pesawat yang berjumlah tiga orang ditemukan tewas.
Menteri Perhubungan Jusman Syafii Jamal, yang ditemui di Jakarta, Kamis (2/7) mengatakan, laporan sementara yang ia terima tim yang terdiri dari empat orang anggota SAR menemukan ketiga korban yang merupakan awak pesawat dalam keadaan meninggal dunia. Ketiga korban masing-masing adalah Pilot Kapten Frans Nobel, Kopilot Dedi S dan teknisi Ahmad Chaeroni.
laporan sementara itu juga menyebutkan ketiga jasad korban dalam kondisi sulit untuk dikenali . Mereka ditemukan tim pencari tak jauh dari lokasi hancurnya pesawat, yaitu di salah satu tebing pegunungan Jayawijaya yang berketinggian 9600 kaki (sekitar 3200 meter) di atas permukaan laut.
menurut Jusman, untuk mencapai lokasi jatuhnya pesawat, tim pencari harus berjalan kaki menembus medan yang cukup berat selama 3-4 jam. Karena pesawat helikopter yang membawa mereka hanya bisa terbang hingga mencapai ketinggian 6900 kaki.
Waktu yang dibutuhkan tim untuk berjalan kaki dari titik pertemuan helikopter hingga ke lokasi jatuhnya pesawat Aviastar mencapai antara 3-4 jam. Tim yang dibantu sejumlah warga memulai evakuasi untuk menurunkan ketiga jenazah ke lokasi penjemputan.(tm)
Jakarta, BANDARA ; PT Angkasa Pura (AP) II menyatakan berhasil memperolehan laba usaha bersih perseroan pada 2008 sebesar Rp692,39 miliar atau lebih tinggi dari laba 2007 sebesar Rp493,52 miliar.
Direktur Utama PT AP II, Eddie Haryoto, mengatakan laba bersih itu diketahui dari udit kinerja tahun 2008, yang dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Paul Hadiwinata, Hidayat, Arsono dan rekan dengan hasil yang cukup membanggakan yakni hasil penilaiannya Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
“Pada tingkat kesehatannya saja di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kami memperoleh nilai sehat dengan skor 88,50 dan masuk kategori AA,” ujar Eddie Haryoto.
Eddie Haryoto menjelaskan, secara umum kinerja PT AP II pada 2008 di aspek produksi untuk sektor Aeronautika adalah pendapatan luar negeri terealisasi 1 persen di atas target 4.864.662 menjadi 4.908.256 ton, Over Flying diatas target 8 persen 41.502.607 menjadi 44.943.210 route.
Penumpang luar negeri juga naik 3 persen di atas target 4.252.955 menjadi 4.397.972 penumpang, pemakaian Aviobrige luar negeri naik 4 persen di atas target 45.179 menjadi 47.115 pemakaian, serta pemakaian Counter luar negeri naik 4 persen di atas target 4.170.055 menjadi 4.337.056 penumpang.
Untuk sektor Non Aeronautika, di sewa gudang naik 2 persen di atas target 870.456 menjadi 887.423 m2 per bulan, konsesi naik 21 persen di atas target 2.287.840.151 menjadi 2.779.221.886 O.B per juta, reklame 24 persen di atas target 116.369 menjadi 144.559 m2 per bulan, dan Cargo Charges naik 45 persen di atas target 348.776 menjadi 505.484 ton per hari.
Dari hasil kenaikan produksi itu, Eddie Haryoto mengaku PT AP II pada 2008 bisa memperoleh pendapatan di sektor Aeronautika sebesar Rp1,714.37 triliun atau naik 3 persen di atas target RKA Rp1,669.07 triliun, sedangkan di sektor Non Aoronautika naik 6 persen menjadi Rp524,91 miliar dari target Rp505,15 miliar.
Sementara itu Sekretaris Perusahaan PT AP II, Sudaryanto juga mengatakan secara umum kinerja perusahaan dapat melampaui target yang ditetapkan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dengan total pendapatan usaha sebesar Rp2,276 triliun atau naik 4 persen di atas target Rp2,197 triliun.
“Beban usaha selama 2008 hanya Rp1,4 triliun sehingga laba usaha mencapai Rp777,30 miliar, dan laba usaha sebelum pajak di 2008 tercatat Rp970 miliar, naik dibanding 2007 sebesar Rp686,98 miliar," kata Sudaryanto.
Menurut Sudaryanto, jumlah itu semua menunjukkan bahwa pergerakan penumpang dan pesawat di Indonesia selama krisis global tetap tumbuh bagus rata-rata 4 sampai 5 persen per tahun. Sehingga perseroan pada 2008 berhasil menyetor deviden kepada negara Rp173 miliar atau hanya 25 persen dari total laba bersih yang disetujui pemegang saham karena tahun 2009 ini PT AP II harus menyiapkan investasi baru Rp2 triliun.
Sedangkan Direktur Keuangan PT AP II, Tommy Soetomo, dari total investasi Rp2 triliun itu, sekitar Rp1,3 triliun untuk pengembangna bandara, selebihnya adalah perlengkapan bandara lainnya.
Pengembangan bandara yang dimulai pada 2009 ini antara lain seperti bandara Sultan Thaha Jambi, Depaty Amir Pangkal Pinang, Raja Haji Fisabilillah Tanjung Pinang dan Supadio Pontianak.
“Kinerja PT AP II, selama ini disokong oleh dua dari 12 bandara di wilayah Indonesia bagian barat yang menguntungkan yakni Bandara Soekarno Hatta dan Polonia Medan, pendapatan Soekarno Hatta di atas Rp1 triliun per tahun, sedangkan Bandara Polonia rata-rata Rp200 miliar per tahun,” sebut Tommy. (tm)
Oleh : Untung Sutomo
Jakarta, BANDARA, Langkah Maskapai Lion air yang memutuskan melebarkan sayapnya dengan menggarap sejumlah rute penerbangan luar negeri seperti Singapura pun akhirnya cukup membuahkan hasil, awal Juni lalu otoritas penerbangan sipil Singapura yakni The Civil Aviation Authority of Singapore (CAAS) memberikan penghargaan dan memasukkannya kedalam kategori lima besar maskapai dengan pertumbuhan penumpang dan kargo tertinggi.
Direktur Umum Lion Air, Edward Sirait mengatakan, prestasi yang diperoleh Lion Air merupakan buah dari peningkatan jumlah penumpang dan kargo yang cukup signifikan yang diangkut ke Bandara Changi selama periode 2008, dan pihak CAAS sendiri sudah melakukan seleksi cukup ketat yang akhirnya memutuskan Lion Air masuk dalam kategori lima besar ini.
Jumlah penumpang yang diangkut dari Jakarta dan Saigon ke singapura hingga akhir 2008 adalah 293.529 penumpang atau naik sekitar 390 persen dibandingkan periode 2007 sebelumnya, sedangkan jumlah kargo yang diangkut Lion Air ke singapura pada periode yang sama adalah sebesar 440 ton atau mengalami peningkatan sebesar 59 persen dibandingkan periode 2007.
Penyerahan penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Perhubungan Singapura, Mr Raymond Lim, kepada Direktur Utama Lion Air, Rusdi Kirana, seraya mengatakan sangat mengapresiasi kerjasama antara Lion air dan CAAS ditengah industry penerbangan yang ikut terpengaruh menyebarnya virus H1N1, sehingga untuk mengantisipasi pihak Changi airport harus menjalin kerjasama yang lebih erat dengan komunitas Air Lines.
Edward Sirait juga menyatakan, kerjasama yang semakin terjalin baik dengan CAAS ini jelas mendorong upaya peningkatan pelayanan (service) dan keselamatan penerbangan (flight safety), sehingga diharapkan dapat menambah kepercayaan penumpang.
Menurutnya, penghargaan dari CAAS ini merupakan bukti bahwa peran Lion Air sudah cukup besar saat ini dalam penerbangan regional dan juga menunjukkan kesiapan Lion Air memasuki era globalisasi, khususnya di Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN atau Asean Free Trade Area (AFTA).
Edward Sirait mengaku, saat ini Lion Air sudah dan masih menerbangi penerbangan regional (Internasional) ke Singapura, Penang, Kuala Lumpur, Ho Chi Minh (Saigon) dan sebagian besar kota di Indonesia. (tm)
Jakarta, BANDARA ; Meski ada kenaikan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada periode Januari hingga April 2009, sehingga Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar) optimis dengan pencapaian target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada akhir 2009 nanti mencapai 6,5 juta orang, tapi promosi pariwisata untuk wisatawan nusantara (wisnus) tetap saja gencar dilakukan.
Seperti diungkapkan Direktur Jenderal Pemasaran Depbudpar, DR Sapta Nirwandar, dalam jumpa persnya di Jakarta, Jum’at (12/6) mengatakan pihaknya tetap gencar melakukan promosi yang lebih taktis dan strategis, diantaranya dengan mengencarkan sales mission, penjualan paket wisata murah, promosi melalui media cetak dan elektronik, serta meningkatkan frekuensi penyelenggaraan tam trip.
“Menghadapi situasi krisis ekonomi global saat ini, industri pariwisata dalam negeri semakin menjadi tumpuan, hingga akhir 2008 saja tercatat wisnus yang melakukan perjalanan wisata mencapai 225 juta, dan tahun ini bisa lebih,” ujar Sapta.
Sapta menjelaskan sejumlah promosi khusus dalam negeri yang kini sedang gencar dan bahkan ada yang sudah dilaksanakan diantara adalah dengan menggelar sejumlah even. Ada pameran Gebyar Wisata Nusantara yang sudah dilaksanakan pada 4 sampai 7 Juni lalu di Jakarta Convention Center (JCC).
Depbudpar yang bekerjasama dengan sejumlah pihak baik pemerintah maupun swasta juga menggelar Festival Budaya diantara Danau Sentani di Khalkote, Sentani Timur pada 19-23 juni 2009.
Grand Launching Visit Lombok Sumbawa 2012 juga digelar di Hotel Santosa, Nusa Tenggara Barat, pada 5-6 Juli 2009, Depbudpar juga menggelar Festival Budaya Lembah Baliem, di Kurulu Wosilimo, pada 10 sampai 13 Agustus 2009.(tm)
Jakarta, BANDARA ; Departemen Kebudayaan dan Pariwisata mencatat pada periode Januari hingga April 2009, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia mencapai 1.893.155 orang atau naik 28.570 orang, dan tumbuh sebesar 1,53 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2008 lalu yang hanya sebesar 1.864.585 orang.
Direktur Jenderal Pemasaran Depbudpar, DR. Sapta Nirwandar, dalam jumpa persnya di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Jum’at (12/6) mengatakan pertumbuhan ini menunjukkan bahwa industri pariwisata Indonesia cukup kebal terhadap dampak krisis ekonomi global yang tengah melanda saat ini.
“Kita patut bersyukur bahwa industri pariwisata Indonesia di tengah krisis ekonomi global saat ini justru masih bisa tumbuh, sesuai harapan,” ujar Sapta Nirwandar.
Sapta juga menyatakan, kenaikan ini jelas cukup mengembirakan, karena industri pariwisata di beberapa negara tetangga seperti Singapura, Thailand, dan Jepang pada periode yang sama justru mengalami penurunan yang variatif.
Dari catatan yang diperoleh Depbudpar, Singapura pada Januari –April 2009 minus 11,8 persen atau turun 401.957 orang jumlah wismannya dibandingkan tahun sebelumnya. Thailand pada periode Janurai 2009 juga minus 19,69 persen atau turun 206.322 orang, dan tak berbeda jauh Jepang juga pada periode Januari-Maret 2009 minus 27,2 persen atau turun sebesar 582.259 orang.
Dengan kenaikan jumlah wisnus ini, menurut Sapta pihaknya optimis bahwa target Visit Indonesia Year (VIY) 2009 yakni sebesar 6,5 juta wisman akan bisa tercapai, karena pada 2008 saja jumlah wisman yang ke Indonesia mencapai 6,4 juta orang. (tm)
BANDARA
Jl. Kayu Putih Timur Kav. 135
Jakar ta Timur.
Rawa Mangun, DKI Jakarta 13260
Indonesia
ph: +62-21-97924766 (hunting)
fax: +62-21-47861673
alt: +62816100344
redaksi
